The Story Behind the Tennis Bracelet: Dari Insiden Kecil Menjadi Ikon Perhiasan Legendaris

Di dunia perhiasan, tidak semua ikon lahir dari strategi pemasaran yang matang. Beberapa justru tercipta dari momen tak terduga, sederhana, spontan, dan manusiawi. Salah satunya adalah kisah di balik tennis bracelet, sebuah perhiasan berlian yang kini identik dengan keanggunan, kesederhanaan, dan kemewahan yang tak berisik.
Sebuah Momen di Lapangan Tenis

Tahun 1987, di tengah pertandingan US Open yang menegangkan, legenda tenis dunia Chris Evert tiba-tiba menghentikan permainan. Bukan karena cedera, melainkan karena gelang berlian yang melingkar di pergelangan tangannya terlepas dan jatuh ke lapangan. Ia meminta pertandingan dihentikan sejenak hingga perhiasan tersebut ditemukan.
Momen itu mungkin terlihat sepele. Namun ketika wartawan menanyakan kejadian tersebut, Evert menyebutnya sebagai “my tennis bracelet.” Tanpa disadari, istilah itu langsung melekat dan menyebar luas, mengubah cara dunia menyebut diamond line bracelet selamanya.
Dari Eternity Bracelet Menjadi Ikon Budaya
Sebelum insiden tersebut, gelang berlian model ini dikenal sebagai eternity bracelet. Desainnya sudah populer sejak era Art Deco tahun 1920-an: satu baris berlian yang tersusun rapi, fleksibel, dan simetris melambangkan kontinuitas dan keabadian.
Namun kisah Chris Evert memberi konteks baru. Perhiasan ini tak lagi hanya diasosiasikan dengan formalitas atau acara malam hari, tetapi juga dengan kehidupan aktif, kepercayaan diri, dan elegansi yang menyatu dengan keseharian. Sejak saat itu, tennis bracelet bukan hanya desain, melainkan simbol gaya hidup.
Kenapa Desainnya Tak Pernah Usang
Daya tarik gelang ini terletak pada kesederhanaannya. Tidak ada elemen yang berusaha mencuri perhatian secara berlebihan. Satu garis berlian, proporsional, rapi, dan presisi. Justru karena itulah ia begitu fleksibel, bisa dikenakan sendiri untuk kesan refined, atau di-layer untuk tampilan yang lebih modern.
Seiring waktu, desainnya berkembang. Ada versi klasik dengan round diamonds yang seragam, hingga interpretasi kontemporer dengan potongan baguette, mixed metals, atau detail pavé. Namun esensinya tetap sama: perhiasan yang tenang, confident, dan selalu relevan.
Antara Tradisi dan Gaya Modern
Bagi banyak kolektor, gelang berlian ini juga menjadi simbol transisi lintas generasi. Dulu identik dengan “old money elegance”, dipakai sebagai statement halus yang menunjukkan taste dan kualitas. Kini, ia juga digemari generasi baru yang menghargai desain bersih, craftsmanship tinggi, dan makna jangka panjang.
Itulah mengapa banyak tennis bracelet diwariskan sebagai heirloom keluarga. Bukan hanya karena nilai materialnya, tetapi karena desainnya mampu bertahan melewati perubahan tren tanpa kehilangan relevansi.
Interpretasi Timeless dari Sol et Terre

Dalam semangat tersebut, Sol et Terre menghadirkan Classic Timeless Tennis Bracelet, sebuah interpretasi modern dari ikon legendaris ini. Didesain dengan 57 round diamonds total 5.23 carat, setiap batu dipilih dengan standar tinggi, Color E dan Clarity VVS1, lalu disusun presisi dalam balutan white gold yang solid dan seimbang.
Desainnya tidak berusaha mengikuti tren musiman. Justru kekuatannya terletak pada proporsi yang bersih, fleksibilitas pemakaian, dan kilau yang terasa refined. Sebuah perhiasan yang bisa menemani momen sehari-hari sekaligus peristiwa penting dalam hidup, tanpa perlu penyesuaian gaya yang rumit.
Kilau yang Menyimpan Cerita
Lebih dari tiga dekade sejak insiden di lapangan tenis itu, gelang berlian ini tetap menjadi simbol keanggunan yang membumi. Ia mengingatkan bahwa kemewahan sejati sering kali lahir dari kejujuran momen, ketika gaya, fungsi, dan cerita bertemu secara alami.
Dan setiap kali sebuah tennis bracelet melingkar di pergelangan tangan, ia membawa serta kisah tentang ketenangan, kekuatan, dan keindahan yang tidak perlu diumumkan dengan suara keras.


