Skip to main content

Lebih dari Sekadar Perhiasan: Mengapa Kalung Salib Berlian Menjadi Simbol Iman yang Paling Ikonik

Lebih dari Sekadar Perhiasan: Mengapa Kalung Salib Berlian Menjadi Simbol Iman yang Paling Ikonik

Pernah memperhatikan gaya Margot Robbie di premiere film terbarunya, atau bagaimana Rihanna menyelipkan kalung salib di antara tumpukan street style-nya yang edgy? Diamond cross necklace atau kalung salib berlian adalah salah satu perhiasan yang berhasil melampaui batas waktu, tren, bahkan fungsi asalnya.

Dari simbol sakral di masa lalu hingga menjadi fashion staple di panggung pop culture, perhiasan ini telah bertahan selama ribuan tahun. Yuk, kita bedah kenapa simbol ini tetap jadi primadona hingga tahun 2026.

Jejak Sejarah yang Mendalam

Jauh sebelum menjadi tren di Hollywood, kalung salib sudah menjadi pusat perhatian sejak abad ke-5. Puncaknya ada di Spanyol abad ke-17, ketika hukum membatasi penggunaan perhiasan non-religius. Para pengrajin emas saat itu pun menciptakan desain salib yang sangat detail dan mewah agar pemakainya tetap bisa tampil stylish tanpa melanggar aturan kerajaan.

Namun, salib berlian tidak selalu tentang religi. Michael Coan, profesor desain perhiasan di FIT New York, menyebutkan bahwa motif salib sudah ada ribuan tahun sebelum era tertentu. Itulah kenapa simbol ini terasa begitu universal.

Dari Princess Diana hingga Kim Kardashian

Salah satu momen paling ikonis adalah "Attallah Cross" milik Princess Diana, sebuah liontin batu ametis dan berlian yang sangat berani pada masanya. Menariknya, di tahun 2024, Kim Kardashian membeli kalung ini di pelelangan dan memakainya kembali, membuktikan kalau perhiasan ini punya nilai investasi dan sejarah yang luar biasa.

Bahkan para musisi modern seperti Karol G di Super Bowl 2026 hingga Chappell Roan di MTV VMAs, semuanya kompak menggunakan gothic diamond cross untuk memberikan sentuhan romantis namun tangguh pada penampilan mereka.

Sentuhan Modern: Baguette Cross Pendant

Kalau dulu desain salib identik dengan ukiran yang sangat rumit dan heavy, tren tahun 2026 justru lebih mengarah pada presisi dan kejernihan desain. Di sinilah pendekatan modern mengambil peran.

Baguette Cross Pendant dari Sol et Terre adalah contoh bagaimana simbol klasik ini berevolusi. Menggunakan perpaduan 56 round diamonds dan 12 baguette-cut stones, kalung ini menawarkan tampilan yang jauh lebih bersih dan elegan. Potongan baguette memberikan kesan arsitektural yang modern, sementara white gold memastikan kilaunya tetap terlihat sophisticated untuk gaya harian maupun acara formal.

Desain ini seolah menghormati sejarah panjang perhiasan salib, namun dengan vibe yang lebih fresh untuk wanita masa kini.

Lebih dari Sekadar Aksesori

Kenapa perhiasan ini tetap dicintai? Karena ia fleksibel. Bagi sebagian orang, ini adalah simbol iman. Bagi yang lain, ini adalah jimat keberuntungan atau sekadar pernyataan gaya. Apapun alasanmu memakainya, diamond cross necklace adalah investasi gaya yang nggak akan pernah salah. Ia adalah perpaduan sempurna antara sejarah, emosi, dan kemewahan yang tak lekang oleh waktu.